1995
Seorang bayi laki-laki yang sehat telah lahir di dunia pada tanggal 27 Juli 1995 pukul 16.01 WIB di kota Solo. Leonidas Ramses Javaid, namanya. Namanya sendiri tidak berdasarkan arti-arti nama yang bagus. Namanya sederhana, Javaid berasal dari kata Java yang mana ia keturunan Jawa tulen, dan ia lahir di Jawa. Sedangkan kata Ramses didapat dari raja yang kita sendiri tidak asing, yaitu Raja Ramses yang berasal dari Mesir. Orang tuanya bukan bermaksud agar ia menjadi anak yang jahat atau bagaimana, bukan. Nama Ramses sendiri didapat karena sang ayah merupakan penggemar sejarah Islam di mana ada Ramses I dan Ramses II, dan ayahnya mendapati nama tersebut sangat bagus kala itu. Jadi secara spontan ayahnya menyelipkan kata Ramses pada namanya. Sedangkan Leonidas sendiri pun tidak diketahui asalnya dari mana. Sudah dibilang, ayahnya hanya memberi nama sesuka hati yang ia pikir nama itu bagus. Yang penting, pada saat lahir, ia di-adzani dengan niat yang baik. Dengan doa yang besar.
2023
Masa kini. Doa baik yang dipanjatkan pada saat Javas lahir dirasa masih kurang bagi orang tuanya, untuknya melangkah lebih jauh dan lebih sukses lagi seperti anak-anak di usianya sekarang yang mayoritas sudah melanjutkan hidup menjadi budak korporat. Javas memiliki mimpi yang berbeda dengan anak lainnya. Daripada duduk di belakang meja kerja, duduk di kursi kantor, ia lebih memilih hidup bebas dari tekanan pekerjaan, katanya. Ia lebih memilih untuk duduk di belakang PC gaming-nya dan menyambung hidup dengan bermain game. Sempat melalui perdebatan atas jalan yang ia tempuh untuk hidupnya, akhirnya ia bisa berdamai dengan keluarganya terutama orang tuanya. Ia awalnya tidak direstui untuk menjadi gamer. Tetapi ia menunjukkan tekadnya dengan memberikan hasil gajinya dari bermain game sehingga ia mendapatkan kepercayaan yang ia inginkan. Ia sampai sekarang, masih hidup bebas tanpa ikatan kontrak apapun, dan menyambung hidup sebagai streamer game ataupun sebagai joki game.
2024
Ternyata, menjadi seorang gamers belum dirasa cukup olehnya. Ia mulai suntuk dan ingin mengerjakan sesuatu yang sifatnya βtetapβ. Sehingga ia memutuskan untuk membantu perusahaan ayahnya yang bergerak di bidang konstruksi. Kebetulan sekali ayahnya sudah menawarkan hal ini dari tahun lalu karena memang sudah membutuhkan bantuan Javas, tetapi penolakan ia dapat karena Javas masih ingin bebas. Padahal ayahnya ingin sekali Javas bisa melanjutkan perusahaan yang telah ia bangun. Dan pada akhirnya, Javas bersedia untuk menjadi salah satu karyawan yang mengurusi bagian kantor atau manajemen-nya.